satu tahun berlalu dari kematian sang wakil ketua neko orb mila rose,sudah selama satu tahun lak sin menjalani hidupnya bersama dengan neko orb dan setahun juga berbagai pengalaman ia dapat berbagai kenangan pun terbentuk di pikirannya.
di suatu pagi di pinggir sungai lak dan lina sedang memandangi sungai dan sedikit berbincang.
lak : apakah hari ini kita tidak melakukan apapun
lina : apa kau bodoh kita sekarang sedang melakukan sesuatu
lak : melakukan apa? memandangi sungai, ini sangat membosankan
lina : ya setidaknya ini berguna untuk menjernihkan pikiran mu yang penuh dengan ambisi bertarung heheheh
lak : tak perlu mengejek. dimana ran?
lina : entahlah aku tidak melihatnya dari kemarin
saat lak menanyakan keberadaan ran terhadap lina secara kebetulan ran pun tiba dan membawa berita yang cukup membuat lak bersemangat " hei kita bertiga dipanggil ketua" mendengar berita tersebut lak pun bergegas berdiri mukanya di penuhi dengan semangat yang tinggi " ayo kita segera menghadap ketua "perkataan yang penuh semangat membuat kedua temannya pun ikut terbakar semangat.
setibanya di neko orb seorang wanita muda menunggu kehadiran mereka bertiga, kehadiran wanita itu pun jelas membuat mereka bertiga kaget.
saber : kenal kan ia adalah lisa yang ingin meminta bantuan kalian.
lisa : salam kenal aku lisa, aku meminta bantuan kepada kalian bertiga karena aku yakin kalian bertiga bisa melakukannya.
lak : baiklah jelas kan apa yang kau mau?
lisa : aku ingin mengambil "blue heart".
sebuah permintaan atau lebih tepatnya sebuah misi yang di berikan sebuah misi yang memiliki konsekuensi yang besar mereka bertiga pun menerima nya untuk membuktikan kepada semuanya bahwa lisa tidak salah karena memilih mereka bertiga.
saber : penjelasan lebih detail akan di jelaskan lisa selama perjalanan, satu pesan jangan mati
mereka bertiga " iya " mereka berteriak dengan kencang dan memegang amanat yang besar.
mereka ber empat pun bergegas berangkat menuju tempat yang telah di jelsakan lisa mereka pun bergegas pergi menuju sebuah reruntuhan baru yakni kota hon, perjalanan mereka tidak lah mulus berbagai pertarungan tidak ter hela kan dari melawan bandit hingga monster- monster yang berkeliaran.
lak : ha!! akhirnya tiba juga
lisa : bukankah kau dan pacar mu berasal dari kota ini ? berarti kau tau kan dimana blue heart berada
lak : pacar?apa yang kau maksud lina ia hanya teman ku,ya memang benar aku berasal dari kota ini tapi aku belum pernah melihat benda yang kau cari.mungkin lina tau
lina : dia ada di bukit kota hon
lisa : sudah kuduga wanita ini lebih pintar dari pada dirimu lak
ran : blue heart adalah bunga yang berwarna biru kan? bunga itu aku dengar memiliki kemampuan hebat untuk membuka kekuatan terkuat pemiliknya tapi hanya orang yang tertentu saja yang dapat menggunakannya bukan?
lak : hei bagai mana kau tau tentang itu?
lisa : jelas ia mengetahui nya karna ia pintar tidak seperti mu bodoh
lak : awas kau akan kuhabisi kau setelah misi ini sial
lisa : bagai mana kau mau membalas ku kau saja tidak menyadari kau menginjak kotoran
lak : haaaaa?SIAL MENGAPA HARUS SIAL SEPERTI INI MENJIJIKAN SEKALI AAHHHH.
sebuah perbincangan yang membawa canda dan tawa dan menciptakan sebuah keakraban di antara mereka berempat, namun mereka tidak lah sendiri di tempat itu di balik kabut tebal yang tiba-tiba hadir di tengah kehangatan mereka terdapat sesosok makhluk yang mengawasi mereka kehadirannay pun dirasakan oleh lisa " siapa kau " ia pun menjawab "aku hanyalah seorang peria yang sedang mencari teman dimasa kecilnya dan tidak kusangka kita bertemu disini lina , kau masih cantik seperti pertama bertemu"
lak : lina apa kau mengenalnya? hei lina jawab aku
ran : sensasi ini sepertinya dia bukan manusia biasa
lisa : tak kusangka akan bertemu dengan hal yang merepotkan seperti ini sial
lina : kau adalah......
lina yang di penuhi rasa kaget pun tak dapat melakukan apapun untuk berbicara saja tidak mampu tubuh nya hanya bergetar mengetahui apa yang ia lihat sendiri , seseorang yang pernah ia kenal hadir dengan sebuah penampilan yang berbeda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar