Laman

Jumat, 21 Februari 2014

tangisan bulan

seorang gadis yang terlahir di dunia yang kejam tangisan awal yang ia keluarkan pun menandakan telah di mulainya hari - hari yang kelam untuknya, sebuah kesedihan yang tak ter pungkiri lagi dimana untuk pertama kalinya dia mulai melihat sebuah batu nisan yang bertulis kan nama yang sangat berarti bagi hidupnya mungkin itu lah yang ada di pikirannya.

hari demi hari berlalu bulan demi bulan dilalui tahun demi tahun pun ter lewatkan, seorang gadis kecil pun telah beranjak dewasa  semakin tumbuh besar ia semakin banyak juga penderitaan yang ia alami dan hanya kepada sebuah makam tua lah tempat ia bercerita dimana orang yang telah mengandungnya di kuburkan
hanya itulah yang ada di pikiran nya selama ini.

yang ia tahu makam itu ada saat matanya terbuka untuk pertama kali sebelum ada keluarga lain yang memungut dan merawatnya,bukanlah sebuah kehangatan dan ketenangan yang ia dapat setelah ia memiliki keluarga baru namun sebuah ketakutan yang bahkan mampu membuat ia takut untuk berbicara ia pun hanya bisa menangis di malam hari karena hanya di malam hari lah ia bisa menangis sambil menatap bulan yang bersinar terang hanya dengan melakukan itulah ia mampu sedikit mengurangi rasa sakit yang ia miliki..

ia pun terus berharap bahwa ibunya datang untuk menghampirinya dan mengusap kan air matanya yang terus mengalir, ia terus saja berhayal di sepanjang malam akan kehangatan keluarga dimana ada ibu dan ayah yang hidup dengan damai tidak perlu kaya hanya sebuah keluarga sederhana namun bahagia dia selalu saja berharap hal seperti itu . ia menyadari bahwa dunia seperti itu hanya terjadi pada dunia dongeng saja.

matahari pun mulai terbit sang bulan teman dari gadis remaja itu pun segera pergi ia menyadari. ini lah saat - saat yang kelam nya akan terulang lagi sebuah pekerjaan yang sangat kejam bukan upah yang ia dapat dari keringat nya namun sebuah cacian dan makian lah yang ia dapat bahkan pukulan sekalipun sering mendarat di tubuhnya itu.

ada suatu ketika datang lah seorang pria yang gagah datang menghampirinya dan bertanya "hei mengapa kau murung sekali gadis cantik? bukan kah kau tinggal di istana yang begitu indah seperti dalam dongeng" sang gadis remaja itu pun hanya bisa ter diam dan mulai meneteskan air mata karena ia tahu saat ini istana ini sedang sepi dan itu artinya ia bisa menangis kembali.pria itu pun heran dan mulai merasa takut karena tiba - tiba wanita itu menangis tersedu sedu.

pria itu pun mulai bercerita dan berusaha menghibur gadis itu agar tidak menangis lagi berbagai candaan pun ia lontar kan wajah gadis yang penuh rasa sedih pun perlahan berubah menjadi sebuah kegembiraan pria itu pun menanyakan nama dari gadis itu namun gadis itu hanya terdiam dan menggeleng geleng kan kepalanya, pria itu pun berinisiatif memberikan nama kepada gadis itu dan ia pun memberikan nama bulan kepada gadis itu pria itu pun pergi setelah memberi nama kepada gadis itu namun ia tak memberi tahu kan namanya.

"sudah ku duga nama yang kuberikan kepadamu itu tepat " pria misterius itu pun muncul kembali di hadapan gadis itu tangisan bulan pun mulai jarang terdengar karena kehadiran pria misterius itu , gadis itu terus saja berharap pria itu selalu datang untuk menghiburnya.

di suatu malam pria itu berkata "makam yang sering kau kunjungi itu bukanlah makam ibu mu " tentu saja perkataan dari pria itu membuat bulan terdiam dan ter heran heran pria itu pun bercerita apa yang sebenarnya ter jadi.ibu kandung yang melahirkan bulan pun meninggal dalam sebuah kecelakaan . setelah melahirkan bulan warga yang melihat ibu dari bulan pun segera membawa wanita itu ke rumah sakit tanpa melihat bahwa kau sudah lahir disana,  warga pun segera membawanya kerumah sakit dan wanita itu pun ter sadar dan berkata "di mana anak ku " ia segera berlari keluar dari rumah sakit namun setibanya beliau kau sudah tidak ada disana ia terus saja mencari anaknya berbagi kota ia datangi jalan sempit pun ia lewati bahkan ia rela makan bersama hewan -hewan di jalan karena ia tak memiliki waktu sama sekali untuk mampir ke restoran atau pun tempat makan biasa ia terus saja berjalan hingga kakinya berdarah dan pada akhirnya ia mendapat kabar bahwa ada seorang gadis yang terus saja menangis di malam hari dari istana di balik bukit beliau pun segera pergi namun sayang ke bahagiannya harus terhenti di persimpangan jalan ia ter tabrak mobil  yang ternyata pengemudi nya sedang mabuk beliau pun menghembus kan napas terakhirnya dan memberikan amanat kepadaku untuk menyerahkan kalung ini ia bilang kalung ini lah yang akan membawa kebahagiaan mu .

bulan yang begitu terharu terus saja meneteskan air mata ia memegang erat kalung peninggalan ibunya saat pria misterius itu ingin pergi bulan pun bertanya " kau ini siapa mengapa kau mau melakukan ini?"pria itu menjawab " karena ibumu telah menyelamat kan hidup ku, dan aku telah berjanji akan menyampaikan amanatnya ini".bulan yang mengetahui kisah sebenarnya pun membuat sebuah permohonan untuk membawanya kabur dari istana yang kejam itu,pria itu pun mengabulkan permintaan bulan.

mereka berdua pun melewati hari demi hari tahun demi tahun bersama sama dan mereka pun hidup bahagia bersama pria itu bernama, pria misterius itu bernama nacht yang berarti malam nama pria itu ibu dari bulan lah yang memberikannya karena menurut ibu bulan  "bulan hanya dapat bersinar di malam hari dan ibu ingin kamu menjadi tempat bersinarnya bulan".kalung itu telah membawa bulan menuju perubahan dari kehidupannya yang kelam kini ia telah menjadi orang yang sukses meski pada akhirnya ia ditinggalkan lebih dulu oleh nacht karena demam berdarah ia sangat bahagia karena dengan kehadiran nacht ia bisa menjadi bahagia dan karena peninggalan ibunya lah ia jadi bisa merasakan indahnya dunia tanpa penyiksaan.

tangisan bulan yang terus terdengar di malam hari pun mulai menghilang gadis yang selalu menangis telah tumbuh menjadi perempuan yang hebat dan kuat ia selalu percaya meski tumbuh dengan penderitaan belum tentu berakhir dengan penderitaan juga, semua dapat berakhir bahagia asal kan kita menginginkannya terus berharap dan terus berusaha.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar