Laman

Minggu, 04 Mei 2014

mask PART 1

pagi ini aku bangun seperti biasa namun kali ini aku tidak buru - buru berlari ke kamar mandi karena hari ini adalah tanggal merah, mungkin bila ini hari sekolah biasa aku sudah di omelin oleh orang tuaku dan bertarung dengan waktu tanpa mempedulikan sekitar lagi,.

aku sangat bersyukur karena di dunia ini masih ada tanggal merah nya sungguh aku tak bisa membayangkan  bila di dunia ini sudah tidak ada tanggal merah mungkin tubuh ku ini sudah hancur menjadi debu sungguh menyeramkan sekali. hah iya aku hampir lupa ini sudah hampir satu tahun dari kepergian nya hanya dia lah yang mengerti mengapa aku melakukan ini semua dan hanya ia yang menerima diriku ini, dan semua ini terjadi satu tahun lalu.


hari ini adalah hari pertama ku menginjak kan kaki di sekolah menengah atas, tak ada satu wajah pun yang aku kenal wajar saja aku ini kan orang baru di kota ini sungguh menyebalkan harus mengikuti rencana orang tua, aku tak begitu yakin mengapa kami harus pindah ke kota ini hanya alat -elektronik saja lah yang menjadi temanku sampai saat ini.

setelah pembagian kelas pun aku masih saja sendiri aku bingung mengapa mereka mudah sekali membaur dan saling tertawa bersama aku yakin mereka juga berasal dari sekolah yang beda dulunya, sungguh ber sosialisasi adalah hal yang sangat susah. bahkan selama smp temanku dapat di hitung hanya mengunakan jari, baiklah aku tidak mau berakhir memprihatinkan seperti masa smp ku aku kan berusaha untuk mendapatkan teman apapun akan ku lakukan bahkan bila itu harus membohongi diriku ini.
[hai]aku mencoba menyapa sebuah kerumunan orang yang ada di dekat ku sudah ku duga tatapan mereka sangat sinis sekali kepadaku, semua itu jelas mereka telah memberi jawaban berupa penolakan tapi aku tidak akan menyerah aku akan membaur dengan mereka apapun yang terjadi.

sudah hampir 1 semester aku sekolah di sma aku pun memiliki teman yang cukup banyak bahkan lebih banyak dari pada teman di smp tapi aku selalu merasa ingin menangis setiap kali aku bermain dengan mereka tapi aku berpikir karena aku laki - laki aku tidak akan menangis, itu semua membuat ku berpikir apakah benar ini yang namanya pertemanan / persahabatan yang aku tau dari serial tv yang aku lihat pertemanan/ persahabatan adalah mereka yang saling terbuka namun kenapa semua ini justru membuat dadaku terasa sakit dan selalu di penuhi rasa tekanan
[bila kau tidak suka maka lepaskan lah topeng mu itu]
seketika ada seorang perempuan yang berbicara kepada ku [kau siap?] ia pun tersenyum bahkan tertawa begitu geli [hahah sudah ku duga kau tak mengenali ku aku joo salam kenal]  aku pun memasang wajah seperti biasa di mana aku sedang berkumpul bersama teman -teman ku.

tapi semua itu sepertinya membuat dia tidak senang , aku pun bingung mengapa dia tiba -tiba berubah begitu apa dia memiliki masalah dengan ku.
[tidak bisa kah kau berhenti berbohong?]
[apa maksud mu?]
[cobalah jangan menggunakan topeng itu dihadapan ku itu semua membuat ku sedih]
aku pun cukup terkejut dengan perkataan dia entah mengapa aku merasa dia itu berbeda dari yang lainnya dan aku merasa mungkin kami bisa menjadi sahabat selamanya atau mungkin lebih.


(mohon maaf bila ada kesamaan tokoh dan natikan kelanjutan cerita ini ya ^-^)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar