Laman

Rabu, 18 Juni 2014

mask PART 2

hari demi hari pun berlalu semenjak aku bertemu dengan perempuan yang bernama joo entah mengapa aku sangat senang  seolah aku tidak ingin semua ini berakhir, setiap jam istirahat tiba aku terus saja pergi ke tempat yang sama dimana aku pertama kali bertemu dengan dia. tepat sekali dia selalu ada disana lebih cepat dari pada aku dan dia terus saja memarahi ku karena keterlambatan ku ini.



[hei kau selalu saja telat,apa yang menghambat mu?]
[hem tadi aku terkena macet]
[alasan macam apa itu tidak bisa kah kau membuat alasan yang lain, lagi pula mana mungkin macet bisa terjadi di sekolah]
dan aku pun terus saja menggunakan alasan yang sama setiap kali aku telat, entah mengapa ia tidak pernah marah kepada ku justru ia tersenyum bahkan tertawa dan setiap kali aku menceritakan perjuangan ku saat menjalani masa smp ia tertawa begitu geli semua itu membuat ku sedikit malu wajar saja buka aku malu aku ini laki - laki yang di ketawain oleh seorang perempuan karena telah menceritakan masa lalu nya yang suram namun sepertinya ia tak berpikir begitu ia malah terhibur oleh semua ke suraman yang kumiliki ini,ah tapi itu bagus karena akhirnya aku berhasil membuat seorang perempuan tersenyum bahkan tertawa.

pada suatu hari di tempat yang sama aku tiba lebih cepat di banding dia aku pun berpikir mungkin ia memiliki jam tambahan hampir 10 menit aku menunggu akhirnya ia tiba namun sepertinya ia sedang menyembunyikan sesuatu.
[hei kau baik - baik saja?]
[ya aku baik- baik saja?]
[kalau begitu bisakah kau jelaskan mengapa kau bersedih?]
[yang mestinya menjelaskan itu kau mengapa kau masih berbohong bahkan kepada diriku ?]
itu pertama kalinya aku melihat joo begitu marah kepadaku bahkan sampai menangis, setelah aku berpikir bahwa aku telah berhasil membuat teman ku tersenyum sepertinya itu salah justru aku malah membuat dia membenci ku melebihi apapun.

haha aku hanya bisa tersenyum mungkin ini lah takdir yang harus ku jalani mungkin memang seperti ini lah harusnya semua berakhir ditinggalkan oleh teman yang sudah susah - susah aku cari.aku sungguh tidak menyangka ia mengetahui ini semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar