hari hari yang membosankan dan penuh dengan cerita aneh terus saja berlanjut seakan akan inilah takdir yang harus aku hadapi di dunia ini dengan menyaksikan semua yang menjijikkan ini, aku pun cukup bersyukur akan ketangguhan tubuh ini ia mampu melewati semua ini dengan cukup mudah apa lagi hati ini entah mengapa sepertinya aku memiliki hati yang tegar bahkan lebih kuat dari siapapun.
kali ini hari yang membosankan kembali menghampiri ku, tentu saja diriku ini sudah terbiasa dengan semua itu. aku pun selalu berpikir sampai kapan semua ini akan berakhir dan terlintas lah di pikiranku mungkin bila aku mati semua ini akan berakhir namun semua itu bukan lah pilihan yang tepat, aku selalu berusaha menghindari keramaian tentu semua itu aku laku kan dengan alasan khusus aku benci melihat wajah mereka lebih tepatnya mata mereka. semua orang yang menatap ku seolah olah aku ini adalah kriminal atau orang aneh dan semacamnya rasa takut mereka terhadap ku tergambar kan semua di mata mereka, setiap mereka menatap ku sebuah kehampaan menyerang ku sungguh semua itu membuat ku kesal namun aku menahan semua itu dan semua itu aku anggap sebagai latihan yang di berikan dari dunia ini untuk diriku.
sepertinya tempat di bawah pohon ini adalah tempat yang selalu menerimaku lagi pula angin yang berhembus di sini tidak menolak ku aku akan terus menghabiskan waktu ku di bawah pohon ini sambil membaca komik yang selalu menemani ku.sekali lagi aku berhasil melewati hari yang membosankan ini dan sepertinya hari ini keberuntungan tidak memihak kepada diriku. saat aku pulang sekolah aku melihat sepasang kekasih yang sedang bertengkar di jalanan tentunya aku berusaha mengabaikannya agar aku tidak terlibat namun tubuhku bereaksi seketika setelah melihat pria itu memukul pasangannya, entah apa yang ada di pikiran ku saat itu tiba tiba tubuhku berlari menghampiri pria itu dan meninju mukanya hingga hidung iya berdarah aku pun cukup terkejut dengan apa yang telah aku lakukan,namun aku malah mendapatkan sebuah tamparan yang cukup membuat pipiku merah dari wanita itu iya berkata " kau jahat tega nya kau melakukan itu" aku pun hanya bisa terdiam dan meninggal kan mereka berdua tentunya diriku tidak terima akan perilaku wanita itu,
aku terus saja menggerutu di dalam hati dan menyimpoan begitu rasa kesal di hati.
keesokan harinya aku melihat mereka di kantin dan mereka menyadari kehadiran ku mereka pun menceritakan yang aku lakukan kepada mereka tentunya dengan tambahan yang cukup pedih untuk di dengar namun aku mencoba untuk tidak mempedulikan nya aku berjalan perlahan dan meninggalkan kantin lalu menuju tempat istimewa ku tempat yang selalu menerima diriku aku pun berkata di dalam hati " mereka menganggap ku sampah karena menilai tindakanku yang menurut mereka salah berarti semua itu juga berlaku untuk mereka semua bukan, berarti mereka adalah sampah yang di ciptakan untuk menghiasi dunia ku supaya tidak membosankan".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar