Hari ini adalah hari sabtu lebih tepat nya satu hari setelah hari ulang tahun ku, oh iya aku lahir tanggal 1 januari 2020, dan sekarang umur ku sudah 7 tahun. di ulang tahun ku kali ini aku mendapat kan hadiah yang tidak biasa yaitu sebuah buku harian, orang tua berkata mulai saat ini tulis las semua yang kau lakukan di buku ini hingga buku ini penuh dengan tulisan tangan mu.
Dan hari ini pun aku mulai mengisi buku harian, sesungguhnya aku sedikit bingung ingin menulis apa di buku ini. aku juga tidak memiliki banyak pengalaman bahkan aku tidak memiliki cukup teman, karena kata orang tua ku aku berbeda, aku tidak mengikuti sekolah seperti anak anak lainnya, mereka bilang ini semua demi kebaikan ku, dan yang selalu menjadi pikiran ku mengapa setiap kali orang tua ku melihat kalender mereka pasti meneteskan air mata. aku selalu bertanya pada diriku ini apakah ada suatu kejadian yang mereka sembunyikan dariku.
Tanpa ku sadari ternyata aku sudah mengisi buku harian ini selama tiga bulan , meskipun isi dari setiap tulisan yang aku buat tidak terlalu berbeda, tapi kali ini aku melakukan aktivitas yang sedikit berbeda aku di ijin kan untuk berjalan jalan ke taman sendirian, mereka bilang cobalah untuk mengenal dunia lebih banyak. dan ternyata taman itu begitu indah dan ramai ada penjual dan juga beberapa keluarga yang sedang bersantai dan bersenang senang, ah sayang sekali orang tua ku tidak bisa ikut katanya mereka harus menemui dokter. yah sepertinya ayah sedang demam karena dia terus saja bekerja keras hingga malam hari, namun aku tidak merasa kesepian karena di sini cukup ramai dan tidak dikit orang yang menyapa ku dan mengajak ku bermain.
Hari ini aku kembali bermain ke taman berapa kali pun aku mengelilingi aku tidak pernah bosan, tapi kali ini aku melihat sesuatu yang berbeda ada seorang peria sepertinya ia lebih tua dari ku, aku cukup khawatir apakah ia orang jahat? namun dari raut wajahnya sepertinya ia sedang memiliki masalah. aku pun memberanikan diri untuk menyapanya, dan ternyata dia adalah pria yang baik seketika kami menjadi teman, dia lelaki yang cukup lucu ia selalu saja membuat lelucon dan semua itu ia buat dari lingkungan yang ia buat.
Akhir akhir ini aku merasa lebih bahagia di banding hari dan bulan bulan sebelumnya, aku rasa aku memang beruntung hampir semua di berikan oleh orang tua ku, namun hari ini aku tidak bisa berjalan jalan ke taman dan bertemu dengan peria itu lagi tapi aku sudah memberi tahu dia kok, dan dia bilang juga tidak apa apa.
oh iya hari ini aku ikut dengan kedua orang tua ku untuk bertemu dengan dokter yang sering mereka temui,
tapi seperti biasa saat aku ikut ke tempat ini mereka selalu saja mengambil darah ku ya tidak terlalu banyak sih. dan setelah darah ku di ambil aku di suruh menunggu di luar ruangan, aku pun hanya bisa melihat mereka semu berbicara membahas sesuatu yang tidak aku mengerti.
Bila aku tidak salah hitung sepertinya sekarang sudah berlalu dua bulan sejak aku mengenal pria itu tapi hingga saat ini aku tidak tahu siapa namanya, aku tidak berani untuk menanyai namanya aku sangat gugup setiap kali ingin menanyakan hal itu.oh iya hari ini kami janjian untuk bertemu di taman hiburan, taman yang kali ini aku kunjungi sedikit berbeda selain lebih ramai ada banyak permainan juga disana. aku sungguh senag bisa dateng ke tempat seperti ini, kami mencoba seluruh permainan yang ada di sana dan memakan semua jajanan yang ada di sana,sungguh hari yang sangat menyenang kan, ditambah dia menanyakan siapa namaku itu sungguh membuat muka ku memerah.
Sekarang sudah bulan september itu yang orang tua ku katakan kepadaku, mereka semua bilang aku koma selama tiga bulan, wajar saja aku tidak ingat apa yang terjadi selama ini yang aku ingat hanya ada seorang peria yang bernama rio. setelah kubaca kembali buku harian yang kubuat aku yakin rio yang aku ingat adalah sosok peria yang selalu menemani ku bermain selama ini. setelah beberapa hari aku kembali dari rumah sakit aku tidak di ijin kan untuk bermain ke taman lagi mereka bilang kondisi fisik ku lagi buruk, aku pun tak bisa melawan perintah mereka.
Aku telah melewati tiga bulan bersama keluarga ku kami pergi ke beberapa tempat yang menarik mereka bilang kondisi fisik ku sudah baikan, namun setiap kali kami melewati taman itu aku tidak pernah melihat rio sekalipun, aku penasaran apa yang terjadi kepadanya. malam ini orang tua ku mendapat telepon dari dokter yang sering kami temui sayang nya aku tidak boleh ikut sepertinya mereka ingin membahas sesuatu yang tidak dapat di mengerti oleh anak anak seperti ku.
Sungguh waktu yang sangat membosankan menunggu mereka pulang dan mereka melarang ku untuk pergi bermain, aku pun berjalan mengelilingi rumah dan tanpa sengaja melihat sebuah amplop berwarna coklat jatuh dari atas lemari aku penasaran dan lekas aku buka. setelah ku buka amplop itu air mata terus saja mengalir tanpa aku sadari dari mataku aku terus berpikir apakah lebih baik aku tidak melihatnya sungguh ini kenyataan yang sangat pedih sekali.
Hari ini aku menanyakan ke pada orang tua ku mengapa kalian merahasiakan ini, mereka hanya terdiam dan bingung lalu aku menangis dan berkata "mengapa kalian merahasiakan penyakit yang ada di tubuh ku" aku berteriak sangat keras pada saat itu, saat itu pikiran ku kacau aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. dan akhirnya mereka bersedia memberitahu ku segalanya. " kami hanya ingin kau menikmati hari hari terakhirmu tanpa beban dan tanpa rasa takut" dan mereka memberikan amplop berwarna coklat kepada ku mereka bilang itu adalah catatan ynag di berikan pada tanggal 1 januari lalu lebih tepatnya saat aku ulang tahun ke 7.
Akhirnya aku mengerti mengapa orang tua ku memberikan buku harian ini di ulang tahun ku yang ke 7 karena umur ku sudah tidak lebih dari setahun lagi dan bila perhitungan ku benar lalu di tambah dengan ke ajaiban aku akn meninggal di ulang tahun ku yang kedelapan.tapi hitungan ku meleset sekarang sudah tanggal 1 agustus 2028 dan kondisiku masih cukup baik. di ulang tahun ku yang ke delapan ini orang tua ku mengajak ku berkunjung ke suatu rumah dan disana ada keluarga kecil yang mengisi rumah itu.
Sekarang sudah bulan februari entah mulai kapan aku mulai sering menghitung bulan namun aku tidak terlalu ingat dengan tanggal, aku lupa menuliskan tentang keluarga kecil yang aku temui waktu itu ternyata mereka adalah keluarga rio, tapi sayang rio mengalami amnesia ia tidak ingat siapa aku itu sungguh membuat ku sedih wajar saja dia tidak pernah datang ke taman dimana kami sering bertemu , katanya ia tertabrak sepeda motor dan kepalanya membentur trotoar jalan dan yang membuat ku sedih kejadian itu terjadi setelah ia mengantar kan aku ke rumah sakit.
Aku pun sekarang hanya bisa menghabis kan waktu ku di kamar dan menulis semua kenangan yang aku ingat di buku ini entah mengapa akhir akhir ini tubuhku terasa lemas dan sesekali darah keluar dari hidung ku,
sepertinya aku sudah tau mengapa aku di namai "nichi" orang tua ku bilang itu di ambil dari bahasa jepang "nichiji" yang berarti tanggal & waktu. mungkin dari awal mereka sudah tau bahwa waktu ku tidak banyak , dan sekarang pandangan ku mulai kabur sesuatu yang berwarna merah terus menetes di tulisan ku ini bersamaan dengan air yang terus saja mengalir dari mata ku membasahi buku harian ku,
dan mungkin sekarang tulisan ku sudah tidak dapat di baca aku mulai kehilangan kesadaran ku tapi aku tidak ingin berhenti menulis di kertas yang penuh dengan warna merah ini aku ingin sekali mengucap kan terimakasih karena telah membuat ku menjadi orang terberuntung di dunia ini karena kalian terus mengabulkan ke inginnanku.
[itulah isi dari buku harian nichi ia ingin kami membacakan nya untuk mu rio, meskipun kau tidak ingat siapa nichi tapi dia ingin kau tahu apa yang ia rahasiakan selama ini]
{hiks..hiks... aku tidak kenal dengan orang itu tapi mengapa aku menangis setelah mendengarnya, aku bahkan tak tahu bagai mana rupanya hiks..hiks}
[dan juga dia ingin kau menyimpan salinan dari buku harian ini. maaf kami tidak bisa memberikan yang asli karena kami juga memerlukannya].
terimakasih telah berkunjung ke blog kami
cerita ini hanyalah kisah fiksi dan bila ada alur tempat dan nama tokoh yang sama mohon maaf kan kami
sekali lagi terima kasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar