sesuatu yang aneh sedang terjadi di keluarga ku, semua ini terjadi begitu saja tentu aku harap ini semua hanya terjadi di keluarga ku tapi sepertinya fenomena aneh ini telah melanda seluruh dunia.
pagi ini aku terbangun dengan sebuah perban yang masih melilit kepalaku, dan aku bisa bercakap cakap dengan adik ku, bahkan semua percakapan keluarga ku aku dapat mendengarnya dengan jelas, tidak hanya itu ayah dan ibu ku juga memiliki wajah mereka masing masing.
" aldi...apa ada yang kau pikir kan"
ibu ku berbicara dengan nada halus dan mukanya menunjukan raut wajah yang khawatir.
" ti..tidak tidak ada apa apa"
tentu saja itu jawaban yang ter lontar begitu saja untuk menenangkan suasana, jujur saja semua kejadiaan ini sungguh membuatku bingung.
" aldiansyah mau kah kau menjemput adik mu nanti saat pulang sekolah?
ayah ku berbicara dengan raut wajah tenang namun suaranya tegas.
" jadi seperti ini suara dari ayahku " ucap ku dalam hati
" yyyeaaa aku pulang bareng onichan yea" haru yang mendengarnya pun berteriak dengan kencang dan kebahagian pun terpancar dari mukanya.
" baiklah ayo kita berangkat haru..!" aku pun bergegas mengajak haru untuk berangkat sekolah agar kami tidak tertinggal kereta.
" ayah .. ibu .. kami berangkat"
jarak sekolah ku dengan haru tidak lah terlalu jauh arah sekolah kami sama dan hanya di pisahkan 2 blok saja.
" aldiansyah.... aldiansyah"
tiba tiba saja aku mendengar seseorang yang memanggil namaku dengan kencang, dan saat aku menoleh kebelakang, ternyata linda lah yang sedang memanggil ku . tentusaja aku tersentak terdiam karena ini adalah hal pertama yang pernah ku alami , wanita yang kusuka memanggil namaku.
" aldiansyah ? apakah kau baik baik saja " linda berkata seperti itu sambil menatap bingung tubuhku yang mendadak kaku terdiam ini .
" hoi ... hoi .. apakah ada orang " iya menggerakan tangannya naik turun di depan mata ku untuk memeriksa keadaan ku apakah aku masih sadar atu tidak.
" hiks.. ka--u APA YANG KAU LAKUKAN PADA ONICHAN "
tiba tiba saja adik ku berteriak dengan kencang sambil mengeluarkan air mata. tentu saja itu membuat kesadaran ku kembali. semua orang yang ada di situ mendadak berhenti dan memerhatikan kami.
" hei haru tenang lah! aku tidak kenapa napa kok, lihat lah"|
" abis aku takut dia telah menghipnotis onichan , dan akan menjadikan onichan sebagai budak nya"
tentusaja perkataan adik ku membuat linda bingung dan aku pun juga bingung dari mana ia mendapatkan pemikiran seperti itu.
" ada apa ini ? apa aku melewatkan sesuatu"
" eh... gato kau lambat sekali" linda mengatakan hal itu sambil memarahi gato yang berjalan begitu lambat.
" oh aldiansyah dan adiknya juga disini toh"
ternyata tidak hanya linda yang menyadari keberadaan ku gato pun juga menyadari keberadaanku bahkan dia juga bisa berbicara dengan adik ku dan saat ini ia sedang menghibur adik ku agar berhenti menangis semua ini justru membuat ku semakin bingung.
kami pun akhirnya tiba di stasiun saat kami ingin masuk kedalam kereta tiba tiba saja aku di tabrak oleh seorang gadis, tapi gadis itu tidak memiliki wajah dan dia pun tidak mengeluarka suara saat ia berbicara kepadaku tapi aku tau ia sedang mengatakan " maafkan kau ya" aku bisa menyadarinya hanya dengan melihat mulutnya yang terbuka . mungkin karena dulunya aku sama seperti dia.
dan sesaat pintu kereta kami ingin tertutup , aku melihat gadis yang tadi menabrak ku sepertinya ia sedang mencari sesuatu yang penting. dan saat aku melihat keluar aku melihat sebuah sapu tangan putih yang terjatuh seketika saja tubuh ku bergerak dan mengambil sapu tangan itu.
" ....cheeess..."
aku pun mendengar suara aneh dan saat aku ingin kembali ternyata pintu kereta yang ingin ku naiki sudah tertutp.
" hei tunggu ... bukakan pintunya heiii.."
aku pun berteriak sambil mengejar kereta itu yang berjalan semakin kencang.
aku melihat adik ku dan linda berbicara seuatu tapi aku tidak mendengarnya. sungguh ini adalah hari yang sangat aneh yang pernah aku jalani.
akhirnya aku tiba di sekolah tentusaja aku sudah melewatkan banyak jam dan sekarang sekolah sedang istirahat, aku beruntung karena sepertinya mereka berdua telah mengizinkanku ke sekolah bahwa aku kan dateng telat.
" yo kau sepertinya sedang banyak masalah"
tiba tiba saja seseorang memukul punggungku sambil berkata seperti itu.
" kalian mau apa " tentusaja aku marah tapi saat aku melihat mereka ternyata mereka adalah kedua temanku.
" ada apa mengapa kau bengong seperti itu" aku pun memengang wajah mereka berdua dan mencubit pipi mereka berdua.
" apa yang kau lakukan sialan ..! " mereka berdua berteriak dengat raut wajah yang marah kepadaku
" maaf aku pikir ini hanya mimpi"
" eh... kau mendasarkan perbuatan mu ini untuk mengecek apakah ini mimpi ? sialn kau"
" sudahlah, oh iya aku ada info"
mereka berdua pun kembali melakukan percakapan mengenai waifu mereka tentu saja aku mendengar dengan jelas percakapan mereka namun saat ini aku masih dilanda kebingungan yang sangat besar.
aku pun berdiri dan meninggalkan mereka berdua.
" mau kemana kau "
" toilet"
" oh baiklah "
aku pun berjalan di lorong sekolah dengan tatapan kosong namun begitu banyak pikiran di kepala ku sampai tak kusadari aku menabrak izumi .
" kau tidak apa apa aldiansyah ..?"
" ya.. maaf kan aku , aku habis melalui hari yang berat "
aku pun meninggalkan izumi dan berdiri di ujung lorong sekolah ku sambil memandangi kaca yang menghadap menuju lapangan olah raga sekolah kami.
saat aku sedang memandangi lapangan dan sebuah gedung baru yang sedang dibangun sekolahan kami aku pun melihat seorang gadis yang tadi menabrak ku saat di kereta.
" oh iya .. aku harus mengembalikan ini "
dan tiba tiba ada seseorang yang berbicara kepada ku.
" dari mana kau tahu itu gadis yang menabrak mu"
" tentu saja kau tahu..." aku pun berkata seperti itu sambil menoleh kebelakang namun aku tidak melihat seorang pun di belakang ku.
" aku di sini bodoh" tiba tiba saja makhluk putih kecil bersayap namun memiliki tanduk muncul di hadapan ku.
" ehhm.. kau ini sebenar nya apa" ucapku sambil menunjukan jari telunjuk ku kepada dia dengan tatapan bingung.
" ADA APA DENGAN WAJAH MU ITU HAH ? APA KAU TIDAK TAJUT KEPADAKU" ia berteriak dengan kencang sambil memalingkan badannya dari ku.
"tidak .... aku hanya bingung kau ini apa sebenarnya ?"
"kita lupakan masalah ini mari ita lihat orang yang kau aggap sebagai gadis yang menabrak mu, dari mana kau yakin bahwa itu dia ?"ia menanykan hal itu dengan pandangan yang serius kepadaku.
" tentu saja hanya dengan melihatnya< semua juga menyadarinya bukan ?"
" baiklah sudah kuduga memang kau orangnya? sekarang lihat lah orang yang memakai jaket itu yang berdiri di balik traktor itu ?"
ia menujukan jarinya menuju pria misterius yang menggunakan jaket warna merah.
namun wajahnya tidak nampak karena ia mengunakan penutup kepalanya juga.
dan tiba tiba ia melakukan sebuah gerakan seperti melempar seuatu.
" apa kau melihatnya?
" ya.."
"sekarang perhatikan gadis itu"
dan tiba tiba saja gadis itu mengeluarkan cahaya dan tubuhnya berubah ia jadi memiliki wajah yang sangat manis.
" tunggu aku..!!"
dan di saat itu pun aku juga bisa mendengar dia berbicara.
" terus perhatikan gadis itu"
saat makhluk aneh itu menyuruh ku memperhatikan gadis itu dan saat itu jugalah besi yang di bawa traktor itu tiba tiba saja terjatuh
seketika mulutku berteriak begitu saja " MEGUMI!!! AWAS DI ATAS MU!!!"
" ehh.. ?" ia segera berpaling kepadaku dengan tatapan bingung namun sebelum ia selesai berbicara besi itu jatuh menusuk seluruh tubuhnya.
tentusaja bunyi yang begitu keras membuat seluruh murid keluar menuju lapangan.
aku yang tidak percaya dengan apa yang kulihat hanya bisa terduduk lemas.
"apa yang sebenarnya terjadi ... mengapa aku tiba tiba tahu namanya dan semua ini" aku berbicara tak karuan bersamaan dengan tubuh ku yang gemetaran.
" yang melakukan semua itu adalah peria dengan jaket merah itu "
" bagai mana bisa "
" karena ia telah membuat kontrak dan ia telah tengelam kedalam kebencia , dan kecemburuan"
" apa maksudmu ..?"
" ya dia itu sebenar nya seperti dirimu. namun ia telah lebih dulu membuat kontrak kepada makhluk seperti kami, dan jika kau ingin menghentikan dia maka buatlah kontrak dengan ku"
" siapa kau sebenarnya ?"
" baiklah kau bisa memanggil ku death flag sama"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar