waktu teerus saja berjalan hanya tinggal satu minggu lagi hinga tiba pertandingan rio melawan taku, bukan sembarang pertarungan tapi pertarungan yang mempertrauhkan harga diri.
"huft..."
"akhir-akhir ini sepertinya cukup merepotkan."
"bukan kah itu salah mu sendiri?"
"ya..mana kutahu akan seperti ini jadinya"
"lagi pula apa yang kau lakukan di sini?"
"aku di sini untuk mengawasi mu agar tak melakukan hal bodoh lagi"
percakapan yang tenang mereka lakukan sambil duduk di bawah pohon yang rindang di halaman sekolah.
mereka berdua terus saja saling mengeluarkan keluh kesahnya terhadap satu sama lain, dan hana pun datang menghampiri mereka berdua.
"hai rio..yui."
"ah hana. ada apa kau kesini?"
"apakah aku mengganggu kencan kalian berdua?"
hana pun meledek mereka dengan muka sedikit tersenym.
"ap..pa .. yang k..au bilang hah"
mereka berdua pun langsung membantah dengan muka kemerahan dan rasa malu.
"aku tahu. kau tak perlu hingga gugup begitukan."
hana pun bergabung dengan mereka berdua menikmati suasana yang sejuk di siang hari di bawah phon rindang itu.
"hei rio apa kau sudah meminta maaf pada yui"
"eh.."(yui sedikit terkejut dengan ucapan hana)
"apa aku harus?lagi pula sepertinya dia baik-baik saja"
"ah rio benar semua ini tidak masalah kok"
"jadi kamu gak bilang ke rio saat kau di panggil kepala sekolah"
"sudahlah ini hanya masalah kecil"
"tunggu kenapa yui di panggil?"
"ah..tidak apa"
dring..dring..
"tu dengar bel sudah berbunyi, "
" rio ayo kita kekelas nanti kita terlambat, hana kami pergi duluya"
yui pun begegas menarik tangan rio dan berlari menuju kelas.
mereka pun terus saja berlari tanpa henti meninggalkan hana, dan tiba-tiba rio pun berhanti.
"bisa kah kau katakan kepada ku apa yang terjadi?"
"ini hanya masalah kecil"
"KALAU BEGITU KATAKAN "
"......"
"bila itu menyangkut diriku maka katakan lah. kumohon!"
"aku akan di keluarkan dari glimmer."
"hah?"
"bila kau tak bisa mengontrol kekuatan mu lagi maka aku harus bertanggung jawab dan keluar dari glimmer"
"tunggu. kenapa mereka harus mengeluarkan mu?"
"karena kamu adalah tanggung jawab ku di akademi ini"
"tapi ..mereka bisa saja mengeluarkan.."
"KAU AKAN DI TAHAN, DAN AKU DI KELUARKAN"
"..."
"mereka akan menganggap mu sebagai monster kau tahu"
"jadi ku mohon bisa kah kau mendengar kan ku"
"..."
"bisa kah kau mengundurkan diri dari imortal"
permintaan yui mendadak membuat rio terdiam dan terpaku sebuah permintaan yang cukup berat untuk di kabulkan.
"apa kau takut kau di keluarkan yui.."
"tidak bukan itu maksud ku."
"kalau begitu mau kah kau percaya padaku"
"apa kau tak mengerti yang terancan di sini itu kau?'
yui terus saja memohon hingga tanpa sadar air mata nya menetes keluar.
"aku tahu, tapi bukan kah air mata itu terlalu cepat untuk dikeluarkan"
"eh .." yui menghusap pipinya yang di basahi oleh air matanya.
"tidak akan ada yang keluar dari akademi ini"
"tapi.."
rio pun tersenyum sambil mengusap kepala yui. dan meninggalkan yui dengan kesedihan yang ia tunjukkan.
jdar...
rio pun membuka pintu ruang kepala sekolah dengan amarah.
"apa maksudnya ini kau melibatkan yui"
"..."
"cepat katakan"
"hanya ini satu satunya cara agar kau tidak sembarangan mengamuk"
"apa?"
"apa kau sadar potensi mu disini itu yang paling besar. dengan campuran human dan beast"
"yang kutanya mengapa kau melibatkan yui"
"jadi apa maksud mu kau ingin kami melibatkan teman kecil tersayang mu?"
tiba tiba saja rio mengeluarkan api dari tangannya dan menghantamkannya kemeja.
"aku pergi"
"jadi apa kau sudah mengerti"
"hah aku akan memenangkan imortal itu"
"semangat yang bagus."
"hai rio sedang apa malam malam begini?"
"tidak ada"
"jadi kau sudah tahu ya"
"....tidak kah itu terlalu kejam."
"ya kau benar mau bagai mana lagi itulah peraturannya"
"apa aku ini memang pembawa masalah saja ya"
"kau tak perlu khawatir rio"
"tetap saja bila aku mengamuk dalam pertandingan nanti"
hana pun menggenggam tangan rio dan menatapnya.
"aku pernah menyelamatkan mu waktu itu jadi biarkan aku menyelamat kan mu lagi"
"ah bukan kah hutangku jadi makin banyak"
"takan ku biarkan kau mengamuk"
perkataan hana mampu menenangkan hati dan juga pikiran rio
"terimakasih hana"
matahari pun kembali terbit rasa canggung masih menyelimuti yui setelah kejadian yang lalu.
"yo yui"
"r..rio"
bug
rio pun memukul punggung yui
"kau pucat sekali"
"APA YANG KAU LAKUKAN HAH?"
"hehe jadi kau baik baik saja"
"eh..."
"kau takperlu khawatir ok"
"rio"
pletak
yui pun memukul kepala rio dengan cukup keras
"hei apa-apaan ini"
"kau mau berlaga keren hah!dan itu adalah pembalasan"
"bukankah ini lebih keras"
"apa jadi kau mau lagi"
pletak..
pletak..
pletak.
"sudah-sudah apa kau mau membunuhku"
"ini semua untuk tindakan bodoh mu"
(aku janji akan kukendalikan kekuatan ini)perkataan dalam hati rio
"jadi apa kau yakin ini akan berhasil"
"ya aku yakin kerena kakekku telah mengijinkan ia kesini"
"ya bukan kah kau terlalu percaya dengan kakekmu hana"
"hanya ini lah caranya agar dia bisa mengontrol kekuatannya, lagi pula aku tidak bisa terus mengawasinya"
"bukan kah itu terdengar seperti perpisahan"
"bukan kah ini akan mempengaruhi hubungnamu dengan rio bila ia tahu"
"sekali lagi terimakasih kakao dan kepala sekolah telah menghawatirkan hubunganku tapi hanya ini lah cara agar ia bisa berkembang."
akankah tindakan ini akan menunjukkan hasil yang baik atu sebaliknya rencana yang di buat hana untuk membuat rio berkembang dengan mempertaruhkan ikatan yang mereka miliki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar