Laman

Sabtu, 30 Juli 2016

FURY chapter 1( RIO )

perkataan yang sungguh mengejutkan semua itu sungguh sulit di cerna untuk yui apakah ia harus percaya atau sebaliknya semua adalah pilihan yang beresiko .

" tidak mungkin!"

tiba tiba saja yui menyerang laki laki itu dengan serangan anginnya.
"kau pikir aku ini bodoh apa hah!!!"
"tunggu apa yang kau lakukan"
"kau pikir ada orang yang di sebut half hah? apa kau membodohi ku"
" tenang lah biar kujelaskan"

laki laki itu pun mencoba untuk menenagkan yui dengan kata katanya
--apa yang harus kulakukan dia terlihat serius ? bila aku salajh bicara habis sudah---
"mengapa kau hanya dia ? ingin mencoba membodohi ku lagi"

yui pun kembali bersiap untuk menyerangnya .
"baiklah dengarkan aku ok!!"
"aku ini juga bingung aku ini apa sebenarnya"
"sejujurnya aku ini berasal dari suku human tapi karena sebuah kecelakan yang cukup parah aku di tolong oleh suku beast dan karena itulah ada darah beast yang mengalir di tubuh ku ini "

"apakah semua itu benar? "
"itu semua benar . lihat lah aku bahkan tidak mencoba untuk  melawan balik"
"baiklah aku akan coba mempercayai mu"
" oh iya nama mu?"
"panggil saja aku rio"
" salam kenal rio"

perselisihan yang cukup menegang kan pun akhirnya berhenti dengan kedua belah pihak saling bersalaman dan memberikan senyum di wajah mereka berdua.
---wanita yang aneh ---
"apa ada yang salah??"
" ahha.. tidak kok"

*dring..dring
disaat mereka sedang menikmati suasana yang tenag tiba tiba telpon yui berbunyi
"tungu sebentar ya"
 rio pun hanya meliaht tingkah yui yang mengangguk ngangguk  sambil sesekali  dia tersenyum sendiri.
"ok rio aku ada urusan yang penting kita sudahi dulu ya "
" eh tunggu di mana kah letak asrama laki laki nya?"
" kau hanya perlu mengikuti jalan ini dan belok kanan di ujung , sudah dulu ya bye bye "

-- apa apan senyumnya itu iya meninggalkan ku begitu saja tanpa ada rasa bersalah---
-- aku harap tidak ada kejadian yang aneh yang menunggu ku di hujung jalan ini ---

rio pun menghela nafap dan melanjutkan jalan nya untuk menemukan asrama yang menunggunya itu.
saat ia sampai di ujung jalan ia melihat segerombolan anak sedang berkumpul di sudut gang.dan rio pun melihat ada seorang laki laki yang sedang ketakutan di tengah tengah nya.

" hoi apa yang kalian lakukan ?"
" hah! siapa kau ? apa kau tersesat pria kecil?"
"HAHAHAH!!!HAHA"
seketika gerombolan laki laki itu pun menertawainya , semua itu cukup memancing emosi rio, rio pun kembali berbicara sambil menutup matanya guna menahan amarahnya yang mulai terpancing.

" bukan kah sudah kutanay sedang apa kelian dengan laki laki itu hah?"
"kau memiliki nyali juga ya "
tiba tiba saja salah satu dari gerombolan itu mengangkat kerah baju rio hingga rio terangkat.
" bisa kau lepas kan tangan mu ?"
"apa ? kau mengatakan sesuatu ?
"HAHAH"
"sialan karena kau baju ku jadi kotor tahu !"

*bruak
sebuah pukulan kencang tiba tiba di lancarkan oleh rio ke wajah laki laki yang mengangkatnya itu .
" apa kau tau aku sangat menjaga kebersihan dari baju ku tau"
"ah sial sekarang bagai mana aku harus mencucinya. tapi dimana  ?"

"haha.. haha.. apa kau bercanda hah! kau sudah bosan hidup"

tiba tiba saja laki laki itu mengeluarkan senjata dari alat ayng ada di tangannya semua gerombola itu pun juga mengikuti laki laki itu .
"hei kau pergilah ! ini berbahaya"
rio pun menyuruh laki laki malang  itu untuk pergi .

"jadi kau ingin jadi pahlawa ya ? sayng sekali hari pertama mu di sini akan berakhir buruk"
" bisakah aku diam dan mari kita selesai kan, kebetulan aku juga sedang sangat kesal hari ini aku telah melewati hari yang melelah kan kau tau"

" heh..."
ti ba tiba saja suasana di sekitar rio menjadi hangat yang perlahan menjadi panas percikan api perlahan muncul dari tubuh rio.
" hei ..hei .. kau tidak seriuskan "
gerombolan itu pun mulai berkeringat dan gemetaran karena ketakutan dan seketika saja rio memukulkan tangangannya ke arah atas tepat di depan wajah dari gerombolan itu . api yang  besar keluar dari tangannya menuju langit.

" kami minta maaf.. kami minta maaf"
mereka pun bertekuk lutut di hadapan rio.
" pergilah "
"baik akmi akan pergi"
mereka pun lari terbirt birit karena ketakutan.
--eh tunggu . sial aku lupa nanya dimana aku bisa mencuci bajunya---

hari pertama rio di heaven city pun berakhir ia juga menemukan tempat tinggal baru di akademi  glimmer.

hari hari pun terus saja berlanjut sampai suatu ketika ia pergi untuk mencari kantin .
*cring..bruak ..
ia pun mendengar suara yang cukup gaduh dari salah satu ruangan di depannya.
-- oh jadi ini gym---
--apakah aku boleh menggunakannya juga---

"hiaaa!!"
rio pun mendengara jeritan seorang perempuan dari dalam gym itu dan masuk untuk mencari tahu.
" hei kau beast yang tidak berguna "
" lepaskan itu sakit ..{hiks..hiks}"
" aku akan melepaskannya bila kau ingin menghiburkami dengan kuping dan ekor lembut mu itu bagai mana hahhaha"
" lepaskan dia taku kau jahat sekali"
"berisik kalia biala kalian kasihan mengapa tidak melawan ku untuk menyelamtkannya hahah"

*bwush..
tiba tiba saja bola api mendarat di tangan taku . taku pun terkejut dan melepas kan tangannya dari perempuan beast itu.
" siapa kau ?"
"aku lawan mu"
" oh menariks sekali"

tanpa di sadari rio taku sudah berdiri tegag di belakangnya dan langsung saja taku melancarkan serangannya.
rio pun terpental serangan yang cukup kuat dan cepat membuat cedera yang cukup parah.

-- sial dia cepat dan kuat--
"ada apa apa kau menyerah haha hero boy"
"diam kau "
rio pun berlari dengan tangan yang terbakar menuju taku namun semua serangannya berhasil di hindari dan rio pun justru menerima serangan yang telak dari taku.

"hari ini gym sepertinya berisik sekali"
"..apakah kalian ada yangmelihat rio ?"
"entah lah tadi aku melihatnya ia sedang berjalan di depan gym "
" oh terimak asih"
--aduh apa dia tersasar lagi---

*gruak...
gemuruh yang kencang terjadi di dalam gym gemuruh itu pun bahkan terdengar hingga seluruh akademi.
" sial perasaan ku buruk apa rio baik baik saja"
yui pun bergegas berlari meninggalkan kantin untuk menuju gym.

"ada apa hero boy  apa kau lelah?"
"apa kau ingin di semangati oleh best itu hah? HHAHAHA"
" diam kau!"
tiba tiba saja warna mata hiro berubah menjadi merah dengan garis hitam tajam di tengahnya.
rio pun menghempas kan taku hingga terpelanting.
" aku rasa pedang ini takan membunuh mu kan ? bagai mana bila kita lanjutkan dengan senjata"
"apa kau yakin"
"apa kau takut sampah"
perkataan rio pun berhasil memancing amarah dri taku taku pun berlari dan mengambil tonggat besi dan menerjang kearah rio .
"lamban sekali"
rio pun berhasil menghindari serangan dari taku, rio membalas serangan taku dengan sekali tebas hawa pans memenuhi ruangan gym .taku pun terpental.

---ah persaan ini tidak salah lagi ini fury tapi siapa yang menggunakannya aku ahrus cepat--
-- bila rio berursan dengan ini dia dalam bahaya---
saat yui sampai di gym ia pun terkejut karena melihat fury yang keluar dari tubuh rio
" rtidak mungkin jadi dia benra"
semua yang ada didalm gym pun tak bisa terdiam karena ketakutan dengan fury tang dikeluarkan rio
fury itu membentuk seekor rubah api yang menyelimuti rio.
" hei kau tahu kan ini di aka demi kau tidak boleh menggukan kekuatan itu"
"takpeduli"
"apa kau sudah bosan hidup disini"
"bukankah sudah kubilang aku tidak peduli"

saat rio ingin mengayunkan serangan terakhirnya tiba tiba saja beast yang di siksa tadi menghampiri dan memeluknya dari belakang.
"sudah lah aku baik baik saja kok"

semua itu perlahan berhasil menenagkan amarah rio perlahan lahan api nya mulai memudar dari tubuh rio warna matanya pun mula kembali normal.

"bodoh kau membuat celah begitu besar"
taku pun menerjang kearah rio yang sedang tidak siap bertarung namun yui mengunakan kekuatan anginnya untuk membuat sebuah perisai angin di sekeliling rio.
"sudah hentikan pertarungan berakhir"
taku pun pergi meninggalkan gym . dan tak lama kemudian terdengar pengumuman yang menaggil rio dan taku untuk datang ke ruang kepala sekolah.

" apa kau teman nya rio?"
"ah tidak juga aku baru mengenalnya beberapa hari ini "
"aku minta maaf ya bila dia merepotkan "
"ah tidak terlalu masalah sih hehe.."
"aku hana teman kecil rio terimakasih telah menjadi temanya ya"
" uh ..um ya sama sama.. aku yui"

hana pun menceritakan mengapa rio bisa sampai menggunakan fury kepada yui.
"kau pasti bingung kenapa human bisa menggunakan fury kan?"
"tidak terlalu sih itu karena dia itu setengah human dan fury kan"
"jadi kau sudah tahu ya"
"rio yang memberi tahu ku"
"apa dia memberi tahu sebabnya?"
"tidak "
"itu semua karena aku aku lah yang telah membuatnya jadi seperti itu"

*crek
saat yui dan ghan asedang melakukan percakpan yang penting tiba tiba saja rio keluar dari ruangan itu.
"ah tidak bisakah dai berbicara yang mudah semua itu membuat ku pusing"
" apa kau tidak apa apa rio "
" ya tenang saja hana"

*ctrak
saat rio ingin menyentuh hana tiba tiba saja ada peluru yang menancap di tengah tengah mereka.
"maaf tangan ku kepeleset"
"kau ingin membunuh ku hah!"
"rio perkenalkan ini kakao. dia yang merawat ku di sini "
"yo"
--apa apaan nada sombong itu--
"kau tidak apa hana apa ada yang terluka maaf kan ku yang tidak ada di sisimu"
kakao pun memeluk hana dan mengelus elus kepalanya dengan hanagt.

"kakao boleh aku berbicara dengan rio sebentar"
"tentu jangan lama lama oke "
mereka pun saling memandang dan akhirnya berpelukan.kakao terkejut dan marah amrah anmun yui berusaha menahan kakao yang sedang mengamuk.

" tak kusangka kau di sini hana"
"kau juga, tapi ini menyenangkan aku kangen sekali '
"hehe"
mereka pun perpelukan layaknay seorang sahabat yang telah lam atak berjumpa.

dan saat suasana damai itu tercipta tiba tiba taku keluar dari ruangan itu
"aku harap kau siap membayar ini semua"
" ya akan kuberikan lebih"
" apak yang kalian rencanakan"

"kami akan melakukan imortal"
"APA!!"
perkataan rio pun berhasil membuat suasa dama menjadi suasana yang ramai .
"apa kau tau apa itu imortal?"
"tidak.."
"RIO..BODHOHH!!!!!"(hana,yui kakao berteriak).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar