semua tantangan akan di mulai dari kota besar ini dimana seluruh suku yang hidup di dunia hidup rukun di kota ini , atau yang biasa mereka sebut dengan heaven city . semua begitu damai di sini suasana sangat berbeda di sini dan semua terlihat ramah begitulah yang ada di pikiran ku.
*dug
tiba tiba saja ada seseoarang yang menabrak ku dari belakang.
"hei kau pasti pindahan dari desa kan? "
"apakah kau tidak memiliki mata ?"
ia mengatakan semua itu seolah olah itu adalah salah ku
"maaf kan .."
" sudah lah aku tidak memiliki waktu untuk mendengarkan mu dasar gelandangan"
ia pun pergi begitu saja meninggalkan ku tanpa rasa bersalah , tentu saja semua itu membuat ku geram .
"ha!! apa apaan orang itu senak nya saja dia bilang aku ini gembel !!!, sungguh tak bisa di maafakan"
"bla ..bla.." (terus menggerutu dalam hati)
waktu pun terus saja bergulir laki laki malang itu terus saja berjalan untuk menemukan impian yang ia cari.
"yang benar saja , tidak ada satupun di kota ini yang ingin membantuku"
"apakah ini yang namanya heaven"
"TIDAK ADAKAH ORANG YANG INGIN MEMBANTU KU!!!!"
ia pun sudah kehilangan kesabaran dan tanpa ia sadiri teriakannya membuat semua orang berhenti dan memperhatikan dia. semua itu tentu saja membuat wajah laki laki itu memerah karena malu dan ia bergegas berjalan kecil sedikit demi sedikit untuk mengalihkan perhatian dan saat ia sedang di landa kemaluan yang mendalam terdengar lah panggilan surga.
" apa kau tersesat?"
seketika ia terkejut dan berhenti sambil berkata di dalam hati.
"apa itu barusan apakah ada seorang yang ingin menolong ku?"(bebicara didalam hati)
"apa kau tersesat tuan?"
"oh ! ok, ini membuat ku takut apakah bener ia ingin membantu ku?"9masih bebicara di dalam hati)
"APA KAU TERSESAT DASAR BODOH!!"
*bletak
tiba tiba saja orang itu berteriak dan memukul kepala laki laki itu .
" apa apan kau ini ?"
"kau yang apa apaan mengacuhkan seorang gadis yang ingin membantu ku"
laki laki itu punber balik dan melihat penampilan dari gadis yang ingin menolong nya itu , melihat dari ujung kaku terus perlahan naik kekepala dan saat ia melihat wajah dan rambut pangjangnya yang tertiup angin.
" hah! sungguh kecantikan yang tidak sepada dengan sifatnya" (menggerutu dalam hati"
" hei apa kau ingin ku pukul lagi ?"
" eh jangan jangan, aku sudah melewati hari yang berat hehe"
"huft. ada urusan apa kau datang kekota ini?"
" oh . aku mencari sekolah ini"
laki laki itu pun mengeluarkan selembar kertas dan di berikan kepada gadis itu.
"oh..baiklah ikuti aku"
"apa kau benar tau ?"
" sudahlah ikuti saja"
mereka pun melanjutkan perjalanan menuju alamat yang tertera di selembar kertas itu , sepanjang perjalannan itu hanya tercipta perasaan canggung di keduanya setiap laki laki itu ingin menyamai langkahnya perempuan itu terus saja menambah kecepatannya.
" hei apakah aku ini orang cabul? menyedih kan sekali"
"ha?"
" sikap mu itu membuat ku risi dasar bodoh"
" yang harus nya bertanya itu aku mengapa kau berjalan begitu cepat dan mengapa kau ingin meninggalkan aku!!!"
merkea terus saja berjalan dengan cara yang sama sampai tenpa mereka sadari semua itu telah menarik perhatian umum.
" tada kita sudah sampai"
mereka pun tiba di akademi glimmer. dimana semua orang mengasah kemampuannya di sini baik fisik maupun akademik mereka semua bersaing untuk menjadi yang terbaik.
" terimakasih telah mengantar kan dia kesini yui"
"atau yang harus ibu bilang yui dari peringkat sepuluh teratas"
" terimakasih "
......
"huh apa bagusnya peringkat sepuluh terasat"
"apa kau belum tau peringkat sepuluh teratas adalah peringkat tertinggi di akademi ini mereka yang berada di peringkat sepuluh teraratas berhak mendapatkan fasilitas pendukung dari akademi"
"tepat sekali apa yang di katakan yui , kami merahasiakan urutan pasti dari setiap murid yang ada di akademi ini kami hanya membagi nya menjadi tiga peringkat saja yakni lima puluh kebawah, terus lima puluh keatas dan yang tertinggi adalah sepuluh teraratas."
"bagai mana cara mendapatkan peringkat itu?
" tentusaja dengan melihat nilai akademik dan nonakademik"
"itu pasti sulit bukan untu laki laki yang tersesat di kota"
"diam kau!"
tiba tiba saja seluruh tubuhnya di di penuhi dengan semangat yang membara jantungnya begitu berdebar di pikirannya hanya terpikir untuk menjadi nomer satu,bahkan semangat yang membara itu mamapu dilihat oleh orang lain.
" eh ? kenapa kita diluar"
"apa kau bodoh!!"
*pletak
"mengapa kau memukulku"
"sudah jelaskan , lagian mengapa kau mengeluarkan api dari tangan mu dan menghepaskan nya ke meja guru hah?"
"hehe maaf itu tadi tidak sengaja"
" kita jadi di sangka teroris tau"
" ah maaf maaf"
" ah sudah lah . oh iya kau belum memberi tahu siapa kau ?"
" oh iya aku belum meperkenalkan diri ya
tiba tiba saja yui memasang kuda kuda bertarung dan angin pun berhembus mengelilinginya.
dengan tatapan tajam yang siap menerkam mangsanya .
"bukan nama mu yang ingin kutahu tapi siapa kau?"
"???"
"aku heran sejak pertama melihatmua kau ini human atau beast? kau terlihat seperti manusia tapi bau mu mirip sekali seperti beast?"
"yup seperti yang kau katakan aku ini suku human dan juga best"
" apa maksud mu , bila kau best mengapa kau tidak memiliki ekor atau pun kuping seperti ku"
" aku adalah orang yang di sebut half . senang sekali ada yang menyadarinya di kota ini "
" tidak mungkin!"
perkataan dari laki laki itu pun seketika membuat yui terdiam kaku perasaan tak menentu menghampiri yui yang membuatnya bimbang namun sebuah senyum mewarnai wajah dari laki laki itu.
" apa kau yakin dengan semua ini"
" kita lihat saja keseruan yang akan terjadi "
percakapan terjadi dari balik cermin sambil memandangi yui dan laki laki itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar